DEKLARASI | Jakarta – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, sukses menyelenggarakan Pertagas Integrated Pipeline and Energy Summit (PIPES) 2025 di Jakarta. Forum bergengsi ini menjadi wadah dialog strategis antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan dalam rangka memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
Mengusung tema “The First Integrated and Longest Gas Transmission Pipeline in South East Asia”, PIPES 2025 menghadirkan lebih dari 250 peserta dari berbagai kalangan, termasuk perusahaan energi, mitra strategis, serta regulator utama. Forum ini menyoroti pentingnya infrastruktur energi yang terintegrasi sebagai fondasi kemandirian energi Indonesia.Direktur Utama Pertagas, Gamal Imam Santoso, menegaskan komitmen Pertagas dalam mendukung distribusi energi yang andal dan merata.
“Kami memastikan pemerataan jaringan pipa gas bumi ke kawasan industri strategis serta menjalankan Roadmap Integrasi Jaringan Pipa Transmisi Gas Bumi Nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan energi Indonesia,” ujarnya.
Senada, Kepala BPH Migas Erika Retnowati yang mewakili Menteri ESDM, dalam sambutannya menekankan pentingnya swasembada energi.
“Melalui hilirisasi, kita mendukung peningkatan produksi dan pemanfaatan gas bumi dalam negeri. Pengembangan infrastruktur gas bumi, khususnya jaringan pipa, menjadi sangat penting sebagai tulang punggung distribusi energi nasional,” katanya.
SVP Strategy & Investment PT Pertamina (Persero), Henricus Herwin, menambahkan bahwa konsolidasi dan integrasi sistem energi nasional menjadi krusial di tengah tantangan global.
“Ini penting tidak hanya untuk efisiensi tetapi juga untuk menjaga kedaulatan dan keberlanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Harry Budi Sidharta menyoroti peran PGN dalam mendukung hilirisasi industri gas bumi melalui integrasi infrastruktur dan inovasi teknologi.
“Ini memperkuat posisi Subholding Gas Pertamina sebagai pemain kunci dalam mewujudkan infrastruktur gas terintegrasi di Indonesia,” kata Harry.
Forum ini menampilkan dua sesi plenary yang mengupas isu strategis sektor energi. Sesi pertama bertema “Harmonizing Energy Regulations” membahas pentingnya harmonisasi kebijakan energi dari hulu ke hilir, sementara sesi kedua “Balancing Market Needs and Strengthening National Energy Sovereignty” fokus pada upaya menyeimbangkan kebutuhan industri dengan kepentingan nasional.
VP Corporate Communication Pertamina menegaskan forum PIPES menjadi cermin kepemimpinan Pertagas dalam distribusi energi bersih.
“Kami berharap program ini menjadi sinergi dari semua pihak demi mewujudkan kedaulatan energi dan target Net Zero Emission (NZE) Pemerintah,” katanya.
Pertamina menegaskan komitmennya mendukung target NZE 2060 dengan terus mendorong program-program berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) dan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya.

Komentar