DEKLARASI ] Sumatera Barat Rabu 25 Februari Kota Padang- DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)Padang geruduk kantor Perumda Air Minum (PDAM )Kota Padang dan mengacam keras terkait indikasi Dirut Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang.
” Ketika membebankan tagihan penuh,pada masyarakat ditengah pelayanan yang tidak optimal, penggabungan retribusi ketika tagihan krisis Air Bersih, tanpa transparansi dan keterbukaan yang jelas secara akuntabel ketidak sensitipan terhadap kondisi sosial masyarakat kota padang dengan 11 Kecamatan yang belum diperhatikan beberapa titik setelah dilaksankan mitigasi dan peninjauan kelapangan,Dirut PDAM Kota Padang dan jajarannya gagal dalam menjalankan tugas tanggung jawabnya dalam mengatasi krisis air bersih diwilayah kota Padang.
“Angga Dayu Satria Ketua DPC GMNI Kota Padang mengutuk keras kepada Dirut PDAM Kota dan Jajarannya yang tidak becus dalam menangani krisis air bersih , yang kongkalikong dan penagihan bayaran pasca dampak banjir tanpa memikirkan nasip masyarakat sampai hari ini, Begitu juga Wali Kota Padang Padli Amran dalam kinerja 1 Tahun tidak becus dan berani mencopot Dirut PDAM Kota Padang yang tidak bisa mengelola dan bertanggung jawab mengatasi krisis Air Bersih, setiap tahun tanpa ada penanggulangan yang jelas.
“Ketika Air bersih tidak mengalir secara normal,kualitas layanan menurun dan masyarakat terpaksa mencari alternatif dengan biaya tambahan dan kebijakan penuh adalah salah satu ketidak adilan dalam msayarakat kota Padang yang tidak dinormalisasikan atau dijadikan Pembiaran secara moral dan nilai Maupun secara Administratif, jika kondisi ini dibiarkan tanpa perubahan sosial nyata maka Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang mempertontonkan sikap abai dan acuh tak acuh terhadap masyarakat kota padang, pelayanan publik jangan seperti Badut Publik menerima ketidak adilan saja tanpa memikirkan nasib-nasib tagisan masyarakat kota Padang.
“Berharap kepada Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang menjawab secara tegas yang secara berulang-ulang ,harus dijawab dengan langkah yang kongkrit dan transparan dan berpihak kepada masyarakat kota padang tanpa alasan teknis yang secara terus-menurus terkait Krisis Air Bersih dan Tagihan yang tidak berkeadilan dampak pasca banjir dan pegabaian yang tinggi saja.
( Mr Nst)

Komentar