DEKLARASI | Sumut —Di tengah suhu ekstrem area smelter, para pekerja PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya. Semangat profesionalisme yang dipegang teguh menjadi cerminan bahwa bekerja bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bagian dari ibadah, terutama di bulan Ramadan.
Menghadapi panas yang menyengat di lingkungan smelter merupakan tantangan sehari-hari bagi insan INALUM. Kondisi tersebut menuntut ketangguhan fisik dan mental, terlebih saat menjalankan ibadah puasa. Namun demikian, hal ini justru menjadi bukti integritas para pekerja dalam menjaga stabilitas produksi aluminium nasional.
INALUM menegaskan bahwa berpuasa bukanlah alasan untuk menurunkan standar kerja. Kedisiplinan terhadap prosedur K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) tetap menjadi prioritas utama. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran operasional sekaligus menjaga keselamatan seluruh pekerja di lapangan.
Selain itu, semangat kolaborasi antarpekerja menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan tersebut. Saling menjaga dan mendukung satu sama lain mencerminkan nilai harmoni yang terus dijunjung tinggi oleh seluruh insan INALUM.
Perjuangan para personel di garda terdepan operasional dinilai sebagai pilar utama dalam mendukung kemandirian industri aluminium nasional. INALUM pun berkomitmen untuk terus menjaga keberlangsungan produksi serta memberikan kontribusi positif bagi Indonesia, sejalan dengan nilai-nilai luhur yang dijunjung di bulan suci Ramadan.

Komentar