Batu Bara
Beranda | Banjir Rob Batu Bara: Warga Mengungsi, Aktivitas Sekolah Dihentikan

Banjir Rob Batu Bara: Warga Mengungsi, Aktivitas Sekolah Dihentikan

Banjir Rob Batu Bara: Warga Mengungsi, Aktivitas Sekolah Dihentikan
Foto: Banjir Rob Batu Bara: Warga Mengungsi, Aktivitas Sekolah Dihentikan

DEKLARASI | Batu Bara –Banjir rob kembali menerjang wilayah pesisir Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, pada Minggu, (22/9/2024).

Air laut yang meluap akibat gelombang pasang merendam ratusan rumah dan fasilitas umum di Desa Bandar Rahmat serta Kelurahan Bagan Area, Kecamatan Tanjung Tiram.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batu Bara menyebut peristiwa ini sebagai salah satu banjir rob terparah sepanjang tahun 2024.

“Fokus kami saat ini adalah proses evakuasi warga serta pendataan wilayah terdampak,” ujar salah satu petugas TRC saat ditemui di lokasi, Jumat (20/9).

Di Desa Bandar Rahmat, sedikitnya 200 rumah warga tergenang, termasuk masjid utama desa. Kepala Desa Bandar Rahmat, Suf Miswan, menyampaikan bahwa air laut masuk hingga ke ruang utama masjid, sehingga aktivitas ibadah berjamaah untuk sementara dihentikan.

Kisruh Koperasi Merah Putih Lubuk Cuik: Legalitas Undangan Rapat dan Pengelolaan Modal Dipertanyakan

Hal serupa juga terjadi di Kelurahan Bagan Area, di mana sebanyak 120 rumah dan satu masjid besar ikut terdampak. Lurah Bagan Area, Hanafi, mengatakan masjid sempat ditutup untuk proses pembersihan akibat air laut yang menggenang di dalam bangunan.

Banjir rob ini juga melumpuhkan aktivitas warga. Banyak warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau fasilitas umum yang lebih aman. Beberapa akses jalan utama turut terputus akibat genangan yang cukup tinggi.

Dampak serius juga dirasakan sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar di sekolah yang berada di Desa Bandar Rahmat untuk sementara dihentikan karena ruang kelas turut terendam.

Pihak sekolah saat ini tengah melakukan proses pembersihan agar pembelajaran dapat kembali berjalan normal.

Masyarakat dan pemerintah desa berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan logistik, menyediakan tempat pengungsian yang layak, serta memperbaiki sarana umum seperti rumah ibadah dan sekolah.

Harlah IPNU ke-72, Meneguhkan Khidmat Pelajar Menuju Peradaban Mulia

Selain itu, warga juga mendorong pembangunan tanggul sementara atau saluran pembuangan darurat guna mencegah banjir rob susulan.

Peristiwa ini menegaskan kembali bahwa kawasan pesisir Batu Bara masih sangat rentan terhadap ancaman gelombang pasang, terutama saat cuaca ekstrem.

Hingga saat ini, BPBD bersama aparat terkait masih terus melakukan penanganan dan pemulihan di lokasi terdampak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Welashari Terapi

Berita Populer





Arsip

Iklan LPK Kojema
Iklan kominfo