Sumbar
Beranda | Bencana Berdampak, Psikologis Sosial Anak Butuh Penanganan Serius

Bencana Berdampak, Psikologis Sosial Anak Butuh Penanganan Serius

blank

DEKLARASI | Sumatera Barat –Bencana alam yang kerap terjadi di Sumatera Barat, seperti banjir, longsor, dan gempa bumi, tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga dampak psikologis dan sosial yang mendalam, terutama bagi anak-anak.

Dalam perspektif psikologi sosial, anak-anak merupakan kelompok rentan karena perkembangan emosi, kognisi, dan identitas sosial mereka masih berlangsung.

Secara psikologis, banyak anak pascabencana mengalami rasa takut berkepanjangan, kecemasan, mimpi buruk, hingga perubahan perilaku seperti menjadi pendiam atau mudah marah. Ketidakpastian lingkungan dan kehilangan rasa aman membuat anak sulit memahami situasi secara rasional.

Dalam konteks sosial, hilangnya rumah, sekolah, dan rutinitas harian memutus interaksi sosial yang selama ini membentuk rasa kebersamaan dan identitas mereka sebagai bagian dari komunitas.

Dari sudut pandang psikologi sosial, dukungan lingkungan memiliki peran yang sangat penting. Anak-anak yang mendapatkan dukungan emosional dari keluarga, teman sebaya, guru, dan masyarakat cenderung lebih mampu beradaptasi dan pulih dari trauma.

PPG 2026 IPS Magister UNP Padang Berbuka Puasa Bersama Di Kape Kopkit Pabrik Di Kota Padang

Nilai-nilai budaya Minangkabau seperti gotong royong, dunsanak, dan kebersamaan sebenarnya menjadi modal sosial yang kuat untuk membantu pemulihan psikologis anak. Namun, jika tidak diarahkan dengan pendekatan yang ramah anak, proses pemulihan ini bisa terhambat.

Sayangnya, perhatian pascabencana sering kali lebih terfokus pada pemulihan infrastruktur, sementara kebutuhan psikososial anak terabaikan. Padahal, trauma yang tidak ditangani sejak dini dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan kepribadian, kemampuan sosial, dan prestasi akademik anak. Anak-anak bisa tumbuh dengan rasa tidak aman, rendah diri, atau kesulitan membangun kepercayaan sosial.

Oleh karena itu, penanganan bencana di Sumatera Barat seharusnya tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologi sosial anak. Program trauma healing, ruang bermain aman, pendampingan psikologis, serta keterlibatan sekolah dan keluarga sangat diperlukan. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak tidak hanya dapat pulih, tetapi juga belajar membangun ketangguhan sosial dari pengalaman bencana.

M.Hidayat aktivis Mahasiswa sumbar angkat bicara terkait bencana memang tidak dapat dihindari, tetapi dampak psikologis dan sosialnya terhadap anak-anak dapat diminimalkan.

Anak-anak Sumatera Barat berhak mendapatkan perlindungan mental dan sosial agar mereka dapat tumbuh menjadi anak kuat,dan seperti anak-anak biasanya dalam proses kehidupan dalam lingkungan masyarakat.

Vasko Ruseimy Ramadan Peduli, Sumatera Barat Berbagi diPasaman Barat Wilayah Utara Ujung Gading Sekitarnya

Pemerintah harus melaksanakan regulasi tepat pada anak-anak yang berdampak bencana agar mereka mendapatkan edukasi yang join full yang dibuat suat lembaga dan pemerhati sosial terhadap anak-anak secara berkelanjutan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Welashari Terapi

Berita Populer





Arsip

Iklan LPK Kojema
Iklan kominfo