DEKLARASI ] Sumatera Barat Jum,at 3 April 2026- Pasaman Barat ,Sudah satu tahun kepemimpinan Bupati Pasaman Barat, Yulianto. Secara administratif, pemerintahan berjalan. Laporan keuangan diserahkan tepat waktu ke BPK—ini bagus, menunjukkan komitmen tata kelola yg baik.
“Ada juga program-program rutin :
Penyaluran Bansos, Pengamanan Stok Pangan, Kegiatan Sosial & Budaya, sampai kebijakan administratif ASN. Semua itu berjalan.
“Tapi pertanyaannya sederhana—dan melihat langsung kondisi yang dirasakan sebagian masyarakat di Kenagarian Pamatang Panjang, khususnya masyarakat Rurapatontang :
“Apa efek nyatanya ke kami ?”
Karena di lapangan, yang dirasakan justru :
flat… datar… nggak ada impact signifikan.
Okeh…kita harus bedakan dua hal :
- Pemerintahan berjalan (running system);
- Pemerintahan berdampak (impactful governance).
Dan masalahnya, hari ini Pasaman Barat lebih terasa di poin pertama.
Secara laporan, rapih;
Secara Administrasi, Aman.
Tapi secara rasa masyarakat “kok belum kerasa ya ?”
Dalam bahasa anak sekarang :
‘Kerjanya ada, tapi vibes-nya belum dapet’.
Padahal, Pasaman Barat bukan daerah kecil.
Dengan wilayah luas dan penduduk ratusan ribu jiwa, yang dibutuhkan bukan sekadar rutinitas birokrasi.
Yang dibutuhkan adalah
Gebrakan nyata, kebijakan yang langsung nyentuh rakyat, dan perubahan yang bisa dilihat, bukan hanya dilaporkan.
Kalau hanya seremonial, laporan administratif dan kegiatan normatif, wajar kalau masyarakat bilang, “Ini lemerintahan jalan… tapi nggak maju.”
Anak Gen Z bilang, “low impact, no progress.”
Saya tidak tidak sedang menyerang siapa pun. Ini soal evaluasi jujur.
“Karena seharusnya satu tahun itu cukup untuk menunjukkan arah, memberi sinyal perubahan, dan membangun kepercayaan.
Kalau setelah satu tahun kerja pemerintah daerah masih terasa
“nggak ngefek”, maka ada yang harus diperbaiki, bukan ditutupi.
Musti ada pergeseran dari sekadar menjalankan program menjadi menghasilkan dampak nyata, dari laporan yang rapi menjadi perubahan yang dirasakan. Karena pada akhirnya, rakyat tidak hidup dari laporan.
“Rakyat hidup dari infrastruktur jalan yang baik dan layak, ekonomi yang bergerak tumbuh, pelayanan yang mudah/murah dan kebijakan yang menyentuh langsung hajat hidup rakyat.
Penutup saya sederhana :
Kalau satu tahun pertama belum terasa, jangan defensif !
Justru ini momentum untuk reset.
Karena dalam politik hari ini, bukan soal siapa yang paling banyak program, tapi siapa yang paling terasa dampaknya.
Kalau tidak, masyarakat akan terus bilang, “Pemerintahan ada… tapi efeknya nggak ada.
(Mr Nst)

Komentar