Batu Bara
Beranda | INALUM dan Kontraktor Teken Komitmen ICMESH, Perkuat Budaya K3LH di Kuala Tanjung dan Paritohan

INALUM dan Kontraktor Teken Komitmen ICMESH, Perkuat Budaya K3LH di Kuala Tanjung dan Paritohan

INALUM dan Kontraktor Teken Komitmen ICMESH, Perkuat Budaya K3LH di Kuala Tanjung dan Paritohan
Foto: INALUM dan Kontraktor Teken Komitmen ICMESH, Perkuat Budaya K3LH di Kuala Tanjung dan Paritohan

DEKLARASI | Batu Bara – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM bersama para kontraktor yang bekerja di lingkungan perusahaan, baik di area Pabrik Peleburan Kuala Tanjung maupun PLTA Paritohan, melaksanakan penandatanganan komitmen Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) melalui program ICMESH (Inalum Contractor Management for Environmental Safety and Health), pada Kamis (20/1/2022).

Penandatanganan komitmen ini merupakan langkah strategis INALUM dalam memastikan penerapan standar K3LH secara konsisten oleh seluruh mitra kerja yang terlibat dalam aktivitas operasional perusahaan.

Manager Seksi Sistem Manajemen INALUM, Firman Usman, menyampaikan bahwa penerapan program ICMESH tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan pekerjaan kontraktor di lingkungan INALUM, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan agar aspek K3LH benar-benar menjadi budaya kerja sehari-hari.

“Penerapan ICMESH bukan semata pengawasan, tetapi pembinaan bagi kontraktor agar menjadikan K3LH sebagai budaya kerja. Terlebih kawasan Kuala Tanjung telah ditetapkan sebagai kawasan industri besar sesuai arahan Presiden Joko Widodo, yang ke depan akan diisi oleh pabrik-pabrik multinasional. Dengan kontraktor INALUM telah menerapkan ICMESH, hal ini menjadi nilai tambah bagi kontraktor lokal dalam mendukung pembangunan industri Kuala Tanjung,” ujar Firman.

Kegiatan penandatanganan komitmen ICMESH ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan K3 Nasional di lingkungan INALUM, yang juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti penyuluhan K3, lomba K3, serta bakti sosial. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut mengacu pada tema Bulan K3 Nasional, yakni “Penerapan Budaya K3 pada Setiap Kegiatan Usaha Guna Mendukung Perlindungan Tenaga Kerja di Era Digitalisasi.

Kisruh Koperasi Merah Putih Lubuk Cuik: Legalitas Undangan Rapat dan Pengelolaan Modal Dipertanyakan

”Firman menambahkan, New ICMESH System merupakan program berbasis digital yang terintegrasi dengan Vendor Management System (VMS) dalam sistem pengadaan perusahaan. Integrasi ini memudahkan proses pelaksanaan pengawasan tanpa mengurangi fungsi pengendalian dan kepatuhan terhadap standar K3LH.“

Dalam setiap sistem pengawasan yang diterapkan INALUM, terdapat mekanisme penghargaan bagi kontraktor yang konsisten menerapkan budaya K3. Sebaliknya, sanksi juga diberlakukan bagi kontraktor yang melanggar atau mengabaikan aspek K3LH dalam pelaksanaan pekerjaan,” tegas Firman.

Dukungan terhadap penerapan ICMESH juga disampaikan oleh perwakilan kontraktor INALUM, Gani A. Asir. Ia menilai program tersebut sangat penting dan membawa manfaat nyata bagi perusahaan kontraktor yang bermitra dengan INALUM.

“ICMESH sangat penting karena kepedulian terhadap keselamatan kerja tidak boleh hanya karena aturan, tetapi harus menjadi kebutuhan sehari-hari. Apalagi saat ini kami dipercaya mengerjakan proyek pot upgrading bersama INALUM dan konsorsium SAMI, yang menuntut pengawasan ketat terhadap aspek keselamatan agar terhindar dari kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak. Karena itu kami sangat mendukung penerapan ICMESH di INALUM,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President SSM INALUM, Heriyanto Piliang, dalam sambutan mewakili Senior Executive Vice President (SEVP) Operasi dan Produksi INALUM, Rainaldy Harahap, menegaskan bahwa penandatanganan komitmen ini bertujuan untuk memastikan seluruh kontraktor menjalankan konsep New ICMESH System secara konsisten dan berkelanjutan.

Inalum Bangun Kembali SDN 49 Batang Kabung dan Buka Layanan Kesehatan Gratis Pascabanjir di Padang

“Dengan komitmen ini, operasional pabrik baik di Kuala Tanjung maupun PLTA Paritohan diharapkan dapat berjalan lebih efektif, efisien, serta sesuai dengan standar dan prosedur yang telah ditetapkan INALUM,” kata Heriyanto.

Ia juga berharap ICMESH tidak dipandang sebagai beban, melainkan menjadi budaya kerja yang melekat dalam hubungan kerja antara INALUM dan para mitra kontraktornya.“Saya berharap ICMESH ini tidak dirasakan memberatkan, tetapi menjadi budaya kerja bersama antara INALUM dan mitra kerjanya,” tutup Heriyanto.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Welashari Terapi

Berita Populer





Arsip

Iklan LPK Kojema
Iklan kominfo