Batu Bara
Beranda | Korban dan Anak Jadi Sasaran Pemukulan, Polres Batu Bara Dinilai Lamban Tindaklanjuti Laporan

Korban dan Anak Jadi Sasaran Pemukulan, Polres Batu Bara Dinilai Lamban Tindaklanjuti Laporan

Korban dan Anak Jadi Sasaran Pemukulan, Polres Batu Bara Dinilai Lamban Tindaklanjuti Laporan
Foto: Korban dan Anak Jadi Sasaran Pemukulan, Polres Batu Bara Dinilai Lamban Tindaklanjuti Laporan

DEKLARASI | Batu Bara –Penegakan hukum di wilayah Polres Batu Bara kembali menjadi sorotan. Pasalnya, kasus dugaan pemukulan terhadap Makmur (34), warga Dusun IX Tanah Tinggi, Desa Ujung Kubu, Kecamatan Nibung Hangus, dinilai lamban ditangani. Hingga kini, pelaku masih berkeliaran bebas, sementara korban terus menanti keadilan.

Peristiwa pemukulan itu terjadi pada Jumat malam, 25 Oktober 2024, sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, Makmur baru pulang dari kerja ke rumahnya. Di lokasi, ia berpapasan dengan Siti Ramlah, istri dari terlapor Saidin OKK. Sebelumnya, istri korban, Rusmaini, mengaku telah dilempar batu oleh Siti Ramlah.

Makmur yang hendak mengklarifikasi kejadian tersebut, justru mendapat serangan. Terlapor Saidin OKK langsung mengayunkan kepala sabuk ke kepala Makmur, melukai bagian kiri kepala.

Tak berhenti di situ, anak Saidin, Abdul Gani, juga memukul kepala belakang Makmur dengan batu hingga berdarah dan menyebabkan korban terjatuh ke tanah.

Saat Makmur tergeletak, Saidin diduga terus menginjak tubuhnya. Anak korban, Adira Azzahra (6), yang datang mencoba menolong, justru ikut menjadi korban. Kepala sebelah kanannya juga dilibas oleh terlapor dengan kepala tali pinggang, hingga mengalami luka robek.

Kisruh Koperasi Merah Putih Lubuk Cuik: Legalitas Undangan Rapat dan Pengelolaan Modal Dipertanyakan

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Batu Bara pada 26 Oktober 2024. Laporan diterima oleh KA SPKT Kanit III, Aiptu Bambang Hermanto. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan proses hukum terhadap para terlapor.

Menanggapi hal ini, Ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Batu Bara, Amin, menyayangkan lambannya penanganan kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa Polres Batu Bara harus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat.

“Kepercayaan publik terhadap kepolisian harus dibangun melalui tindakan yang tegas dan adil. Kami dari GWI akan segera meminta klarifikasi langsung dari Kapolres Batu Bara yang baru dilantik,” ujarnya.

Sementara itu, Makmur selaku korban berharap Kapolres Batu Bara, Kapolda Sumatera Utara, hingga Mabes Polri dapat turun tangan dan memberikan keadilan dalam kasus ini.”Tolong tunjukkan keadilan di negeri ini,” pungkasnya.

Inalum Bangun Kembali SDN 49 Batang Kabung dan Buka Layanan Kesehatan Gratis Pascabanjir di Padang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Welashari Terapi

Berita Populer





Arsip

Iklan LPK Kojema
Iklan kominfo