DEKLARASI | Lhokseumawe —Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Malikussaleh (UNIMAL) membuka saluran donasi kemanusiaan serta melaksanakan kegiatan trauma healing bagi korban banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Sawang, khususnya di Gampong Riseh Tunong, Aceh Utara.
Aksi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons cepat mahasiswa terhadap kondisi sosial masyarakat yang terdampak bencana alam. Bantuan yang disalurkan berasal dari gerakan kolektif seluruh kader PMII UNIMAL, serta partisipasi donasi dari masyarakat umum.
Ketua Komisariat PMII Universitas Malikussaleh, Andika Pranata Ginting, mengatakan bahwa bencana banjir dan longsor tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi sosial dan psikologis warga, terutama anak-anak.
“Bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengguncang kondisi sosial dan psikologis masyarakat. PMII hadir bukan sekadar sebagai organisasi mahasiswa, melainkan bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral untuk saling menolong,” ujar Andika, Sabtu (13/12/2025).
Selain membuka donasi, PMII UNIMAL juga menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan edukatif dan rekreatif, seperti bermain bersama, bercerita, serta pendampingan psikologis ringan guna memulihkan rasa aman dan semangat anak-anak pascabencana.
“Anak-anak merupakan kelompok paling rentan terdampak secara psikologis. Trauma healing ini penting agar mereka tidak larut dalam ketakutan dan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh harapan,” tambahnya.
Tidak hanya itu, kader PMII Universitas Malikussaleh juga terlibat langsung dalam pemenuhan kebutuhan logistik pengungsi dengan membantu dapur umum. Mereka bekerja sama dengan ibu-ibu setempat dalam proses memasak hingga pendistribusian makanan bagi warga terdampak.
PMII UNIMAL menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan kemanusiaan ini merupakan implementasi nilai dasar PMII yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah dan Keindonesiaan, sekaligus wujud nyata peran mahasiswa dalam kehidupan sosial masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PMII Universitas Malikussaleh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan solidaritas dan kepedulian terhadap korban bencana di Kecamatan Sawang.
“Solidaritas adalah kunci dalam menghadapi bencana. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka,” tutup Andika. (Roy).

Komentar