DEKLARASI | Batu Bara —Ada harapan yang tumbuh bahkan di antara reruntuhan kayu tua dan atap yang nyaris runtuh. Ketika hidup kian renta dan usia kian menua, tangan-tangan kebaikan justru hadir membawa terang. Di Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, impian puluhan tahun akhirnya bersandar menjadi kenyataan. Sebuah rumah layak huni kini berdiri megah untuk nek Asmah dan adiknya, Atok Amran.
Rumah ini bukan sekadar susunan bata dan semen, melainkan simbol nyata kasih sayang, gotong royong, dan kepedulian sosial. Program bedah rumah ini digagas oleh Komunitas Sedekah Jum’at (KSJ) dan berhasil terwujud berkat donasi penuh keberkahan dari Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum dan Dr. H. Rahmat Shah. Dukungan penuh juga datang dari Kepala Desa Perupuk, Anton Syarkawi, serta masyarakat setempat yang bahu-membahu menyumbangkan tenaga, waktu, dan materi.
Khairun Nizam, relawan KSJ Batu Bara yang memimpin langsung proses renovasi, menjelaskan bahwa pengerjaan rumah dimulai pada 15 Juli dan rampung pada Jumat, 1 Agustus 2025. Dalam waktu 17 hari, rumah tua yang semula nyaris roboh kini telah berubah menjadi hunian yang layak, aman, dan nyaman bagi dua lansia bersaudara itu.
“Ini bukan pekerjaan satu atau dua orang, ini gerakan bersama yang lahir dari hati. Kami hanya perantara, Tuhan yang menyentuh hati para dermawan,” ujar Khairun Nizam.
Ariswan dari Manajemen KSJ Pusat juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan ini. Ia menyebut Kepala Desa Anton Syarkawi sebagai sosok penggerak yang mampu menyatukan elemen masyarakat untuk turut serta dalam kerja-kerja sosial yang bermakna.
Serah terima kunci rumah akan dilakukan pada Senin, 4 Agustus 2025, menandai bahwa rumah ini kini resmi menjadi milik nek Asmah dan Atok Amran. Mereka pun dapat menjalani hari-hari senja mereka dengan lebih damai, tanpa lagi khawatir akan bocoran atap atau dinginnya angin malam.
Program kemanusiaan ini tak berhenti di sini. KSJ akan melanjutkan aksi kebaikan pada Jumat ke-313, 8 Agustus 2025, di Rokan Hilir, Riau, dengan membangun rumah yatim untuk keluarga almarhum Dalino — salah satu tokoh pendiri KSJ di wilayah tersebut.
“Ini bukan sekadar program sosial. Ini adalah gerakan hati, gerakan cinta yang terus menyala,” ujar Ariswan.
Di tengah hiruk pikuk dunia yang seringkali didominasi kepentingan pribadi dan ambisi, aksi nyata seperti ini menjadi oase yang menyejukkan. Karena sejatinya, rumah yang dibangun dengan cinta dan ketulusan akan menjadi tempat tinggal yang diridhoi, bukan hanya oleh manusia, tapi juga oleh Tuhan dan para malaikat.

Komentar