DEKLARASI | Batu Bara –Warga di Lingkungan V Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, mengeluhkan tidak mengalirnya air PAM/PDAM sejak 25 April 2026 hingga 30 April 2026.
Kondisi ini turut dirasakan oleh masyarakat di dua kecamatan, yakni Talawi dan Tanjung Tiram.Ketiadaan pasokan air bersih tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari warga.
Sejumlah kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci pakaian, hingga mencuci peralatan rumah tangga menjadi terganggu.
“Air adalah kebutuhan primer dalam kehidupan. Ketika tidak mengalir, tentu sangat menyulitkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ungkap salah seorang warga.
Ketua Ekonomi dan Masyarakat Tradisional Generasi Melayu Peduli Adat LAM-BB, Muhammad Fakhri, SH, turut menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut.
Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan konkret dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi.
“Pesan saya, pemerintah dari tingkat kabupaten hingga kecamatan agar segera mengambil langkah cepat (problem solving) dalam menyelesaikan persoalan air PAM yang tidak kunjung aktif sampai saat ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa terlepas dari adanya persoalan internal di PDAM Tanjung Tiram, fokus utama saat ini adalah memastikan pasokan air bersih kembali normal.
“Artinya, fokus kita yang pertama adalah solusi agar air PAM ini segera aktif kembali dan tetap mengalir ke rumah-rumah masyarakat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih berharap adanya tindakan nyata dari pihak terkait agar kebutuhan air bersih dapat segera terpenuhi kembali.

Komentar