DEKLARASI | Lhokseumawe –Dalam sebuah Seminar Kepemudaan, Wakil Ketua 3 PMII Komisariat Universitas Malikussaleh (UNIMAL) yang membidangi keagamaan, Sahabat Irfan Anshori, menyampaikan pesan reflektif yang mengundang renungan mendalam bagi seluruh kader di Kantor Walikota Lhokseumawe pada (6/7/2025). Ia menekankan pentingnya evaluasi diri di tengah derasnya arus kemajuan zaman.
“Kita sering berbicara tentang menjadi agen perubahan, tentang transformasi sosial, tapi mari kita jujur pada diri sendiri, sudahkah kita benar-benar membekali diri untuk itu?” ungkap Irfan membuka refleksinya.
Menurutnya, kemajuan zaman tidak hanya berkaitan dengan teknologi atau revolusi digital, tetapi juga menuntut kesiapan mentalitas, pola pikir kritis, serta kepekaan sosial para kader.Irfan mengingatkan bahwa menjadi kader PMII tidak cukup sekadar hadir dalam forum formal organisasi. Tantangan yang lebih besar adalah menjawab kebutuhan zaman dengan tindakan nyata.
“Apakah kita sudah kritis melihat persoalan kemiskinan di sekitar kita? Apakah kita peduli pada kerusakan lingkungan yang terus mengancam generasi mendatang? Apakah kita mampu menghidupkan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan digital yang sering dipenuhi fitnah dan ujaran kebencian?” ujarnya.
Sebagai Wakil Ketua 3, Irfan menegaskan bahwa kaderisasi harus diarahkan untuk membentuk pribadi yang militan secara mental, kaya wawasan, dan berani bertanggung jawab, bukan sekadar organisatoris.
“Karena pada akhirnya, organisasi ini hanya akan sebesar mimpi dan kesungguhan para kadernya,” tambahnya.
Ia juga berharap kader PMII UNIMAL mampu membuka diri terhadap perubahan, terus belajar, serta berani mengakui kekurangan.
“Zaman ini bergerak terlalu cepat untuk kita yang malas belajar. Jangan sampai kita hanya menjadi generasi penonton di era kita sendiri,” pesannya.
Pesan reflektif ini diharapkan menjadi bahan bakar semangat bagi seluruh kader PMII Komisariat UNIMAL agar senantiasa melakukan evaluasi diri dan tampil sebagai insan yang mampu memimpin perubahan, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi bangsa dan kemanusiaan.

Komentar