Aceh Utara — Dua pekan pasca banjir yang melanda Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, kondisi wilayah terdampak mulai berangsur membaik.
Meski demikian, sejumlah warga masih harus bertahan di lokasi pengungsian akibat kehilangan tempat tinggal dan keterbatasan fasilitas dasar.
Hal tersebut disampaikan dalam wawancara eksklusif bersama Nasa Arifin, Selasa (17/12/2025), dengan Sekretaris Daerah setempat, Bapak Ramli, dan Kepala Desa Riseh Tunong, Bapak Abdurrahman.
Menurut Bapak Ramli, situasi di desa saat ini sudah relatif kondusif, namun belum sepenuhnya pulih.
“Kondisi sudah mulai agak membaik, tetapi masih ada warga yang kehilangan rumah dan terpaksa bertahan di pengungsian,” ujarnya.
Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 32 kepala keluarga dengan total 130 jiwa masih berada di tempat pengungsian. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Namun, dua warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat terdampak banjir.
Terkait bantuan, Bapak Ramli menyampaikan bahwa kebutuhan pangan warga pengungsi secara umum sudah mulai terpenuhi, meskipun masih terdapat sejumlah kekurangan.
“Ketersediaan makanan sudah ada, tetapi masih perlu tambahan untuk mencukupi kebutuhan seluruh warga,” jelasnya.
Selain pangan, kebutuhan mendesak lainnya juga masih menjadi perhatian utama.
“Kami sangat membutuhkan satu unit genset, tabung air, dan bak penampung air bersih,” tegas Bapak Ramli.
Hingga kini, aliran listrik di Desa Riseh Tunong belum pulih sejak banjir yang terjadi pada 26 November.

Komentar