Batu Bara
Beranda | Inalum Konsisten Raih PROPER Emas, Perkuat Transisi Energi Bersih Nasional

Inalum Konsisten Raih PROPER Emas, Perkuat Transisi Energi Bersih Nasional

Inalum Konsisten Raih PROPER Emas, Perkuat Transisi Energi Bersih Nasional
Foto: Inalum Konsisten Raih PROPER Emas, Perkuat Transisi Energi Bersih Nasional

PT Indonesia Asahan Aluminium kembali meraih penghargaan PROPER Emas dan Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sepanjang 2022–2025, memperkuat perannya dalam mendorong transisi energi bersih nasional melalui operasional berbasis energi rendah emisi di kawasan Danau Toba.

Dalam periode tersebut, INALUM mencatatkan empat PROPER Emas dan tiga PROPER Hijau. PROPER Emas diberikan kepada Pabrik Peleburan pada 2022, 2024, dan 2025, serta Unit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) pada 2023. Sementara itu, PROPER Hijau diraih Unit PLTA pada 2022, 2024, dan 2025, serta Pabrik Peleburan pada 2023.

Capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam operasional bisnis.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, mengatakan perusahaan terus mendorong transformasi industri yang lebih ramah lingkungan melalui efisiensi energi dan modernisasi teknologi.

“INALUM berkomitmen menjalankan industri aluminium berkelanjutan melalui efisiensi energi, inovasi teknologi, dan penguatan rantai pasok,” ujarnya.

LKBH FH UNA Batu Bara Audiensi dengan PT INALUM, Bahas Program Penyuluhan dan Pendampingan Hukum

Dalam aspek energi, INALUM mencatat penggunaan listrik berbasis PLTA mencapai 94,29 persen pada 2024 dan ditargetkan meningkat menjadi 95,51 persen pada 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi industri nasional.

Selain itu, perusahaan melakukan reboisasi Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba seluas 2.304 hektare sepanjang 2018–2025. Dalam dua tahun terakhir, realisasi reboisasi meningkat hingga 500 hektare per tahun.

Di sektor inovasi lingkungan, INALUM juga mengganti alat operasional berbahan bakar biodiesel menjadi tenaga listrik, yang berkontribusi menurunkan emisi karbon sekitar 4,2 ton CO₂ ekuivalen per tahun.

Kepala Grup Layanan Strategis INALUM, Daniel Hutahuruk, menegaskan bahwa penerapan ESG menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.

“ESG merupakan dasar dalam memastikan operasional berjalan selaras dengan tanggung jawab lingkungan, sosial, dan tata kelola yang transparan,” ujarnya.

Air PAM Tak Mengalir Sejak 25 April, Warga Talawi dan Tanjung Tiram Keluhkan Aktivitas Terganggu

Dengan capaian ini, INALUM tidak hanya memperkuat daya saing industri aluminium nasional, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung agenda transisi energi bersih Indonesia. (Roy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INALUM
Welashari Terapi

Berita Populer





Arsip

Iklan LPK Kojema
Iklan kominfo