Batu Bara Sumut
Beranda | INALUM Jaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang

INALUM Jaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang

INALUM Jaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang
Foto: INALUM Jaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang

DEKLARASI | Sumatera Utara –Di Sepanjang pesisir Sumatera Utara, hutan mangrove berdiri tegak sebagai benteng alami yang melindungi daratan dari terjangan ombak dan abrasi. Di balik akar-akar yang kokoh itu, tersimpan harapan bagi kehidupan yang lebih aman dan lestari.

Menyadari pentingnya peran mangrove, INALUM bersama masyarakat pesisir terus melakukan upaya konservasi. Pada tahun 2025, sekitar 15.000 bibit mangrove ditanam sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan antara daratan dan laut. Langkah ini melanjutkan upaya penanaman yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga semakin memperkuat ketahanan kawasan pesisir.

Mangrove bukan sekadar kumpulan pepohonan di tepi pantai. Ia menjadi pelindung garis pantai dari abrasi dan erosi, menyerap karbon dioksida untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim, menghasilkan oksigen bagi kehidupan, serta menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan, kepiting, burung, dan biota pesisir lainnya. Bahkan, keberadaan mangrove juga membuka peluang ekonomi melalui kegiatan edukasi dan ekowisata.

Keberhasilan menjaga mangrove tidak mungkin dicapai sendirian. Karena itu, INALUM menggandeng berbagai kelompok masyarakat, termasuk Kelompok Tani Mangrove, KT H Lestari Pesisir, dan Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia. Bersama-sama mereka menanam, merawat, dan menjaga kawasan mangrove agar tetap hidup untuk generasi mendatang.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan luas hutan mangrove terbesar di dunia, mencapai sekitar 3,45 juta hektare atau sekitar 23 persen dari total mangrove dunia. Kekayaan alam ini merupakan amanah yang harus dijaga. Melestarikan mangrove bukan hanya mempertahankan habitat berbagai satwa dan tumbuhan, tetapi juga melindungi masa depan masyarakat pesisir dari ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Nobar Final Piala Merdeka Cup 2026 Srikandi, Warga Tanah Tinggi Beri Dukungan untuk Fadilla

Dari akar-akar mangrove yang mencengkeram kuat di pesisir Sumatera Utara, tumbuh sebuah harapan. Harapan bahwa manusia dan alam dapat hidup berdampingan dalam harmoni. Sebab setiap pohon mangrove yang ditanam hari ini bukan hanya menyelamatkan garis pantai, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Promosi Website Jagoweb

Banner Promosi Website Jagoweb

Welashari Terapi

Berita Populer





Arsip