Batu Bara
Beranda | Kasus Inses di Dahari Selebar, Generasi Melayu Peduli Adat LAM Batu Bara Desak Hukum Berat Pelaku dan Masifkan Sosialisasi Batasan Aurat

Kasus Inses di Dahari Selebar, Generasi Melayu Peduli Adat LAM Batu Bara Desak Hukum Berat Pelaku dan Masifkan Sosialisasi Batasan Aurat

Kasus Inses di Dahari Selebar, Generasi Melayu Peduli Adat LAM Batu Bara Desak Hukum Berat Pelaku dan Masifkan Sosialisasi Batasan Aurat
Foto: Kasus Inses di Dahari Selebar, Generasi Melayu Peduli Adat LAM Batu Bara Desak Hukum Berat Pelaku dan Masifkan Sosialisasi Batasan Aurat

BATU BARA – Kasus kekerasan seksual inses yang dilakukan oleh seorang ayah kandung terhadap anak perempuannya yang berusia 15 tahun di Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, memicu kecaman keras. Lembaga Adat Melayu Batu Bara (LAM BB) melalui sayap organisasinya memberikan respons tegas atas peristiwa memilukan ini.

Kabid Ekonomi dan Tradisional Masyarakat Generasi Melayu Peduli Adat LAM Batu Bara, Muhammad Fakhri, SH, menyampaikan rasa duka cita mendalam sekaligus mengutuk keras tindakan keji tersebut.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kami menyampaikan rasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas terjadinya tindakan tercela ini. Ini merupakan tamparan keras dan menjadi peringatan bagi kita semua untuk terus memperkuat iman dan taqwa kepada Allah SWT,” ujar Muhammad Fakhri, SH.

Muhammad Fakhri mendesak seluruh instansi terkait untuk bergerak cepat menuntaskan perkara hukum ini serta memberikan perlindungan maksimal bagi korban.

“Kami mengecam keras tindakan bejat ini. Kami meminta pihak Kepolisian, Komisi Perlindungan Anak (KPA), serta Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan Daerah untuk mengusut tuntas kasus inses di Desa Dahari Selebar dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku,” tegasnya.

Nobar Final Piala Merdeka Cup 2026 Srikandi, Warga Tanah Tinggi Beri Dukungan untuk Fadilla

Selain mendesak penegakan hukum, Fakhri juga menyoroti pentingnya langkah preventif yang nyata dari instansi kedinasan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Ia meminta KPA dan Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan untuk turun langsung ke masyarakat.

“Kami meminta KPA serta Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan untuk terus meningkatkan sosialisasi di tiap-tiap desa yang ada di Kabupaten Batu Bara. Edukasi mengenai pendidikan seksual harus digencarkan, terutama mengenai batasan pandangan dan menjaga aurat ketika anak sudah memasuki usia dewasa,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Fakhri memberikan pesan khusus kepada para pemuka agama di Kabupaten Batu Bara agar lebih masif dalam melakukan pembinaan mental dan spiritual di tengah masyarakat.

“Saya berpesan kepada para tokoh agama serta penyuluh agama Islam untuk terus menyampaikan ajakan-ajakan taqwa. Pembinaan umat harus diperkuat agar masyarakat kita tetap berada di dalam jalan kebenaran,” pungkas Fakhri.

PCNU Batu Bara Gelar Konsolidasi Pengurus Jelang Muktamar NU ke-35 di Jombang Jawa Timur

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Promosi Website Jagoweb

Banner Promosi Website Jagoweb

Welashari Terapi

Berita Populer





Arsip