Batu Bara
Beranda | Tradisi Pelita Malam 27 Ramadan, Warga Desa Tali Air Permai Hiasi Kampung Sambut Idul Fitri 1447 Hijriah

Tradisi Pelita Malam 27 Ramadan, Warga Desa Tali Air Permai Hiasi Kampung Sambut Idul Fitri 1447 Hijriah

Tradisi Pelita Malam 27 Ramadan, Warga Desa Tali Air Permai Hiasi Kampung Sambut Idul Fitri 1447 Hijriah
Foto: Tradisi Pelita Malam 27 Ramadan, Warga Desa Tali Air Permai Hiasi Kampung Sambut Idul Fitri 1447 Hijriah

BATU BARA – Suasana berbeda tampak di Desa Tali Air Permai, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, saat memasuki malam ke-27 bulan suci Ramadan. Ratusan pelita menyala di depan rumah warga, menerangi sepanjang jalan desa dan menciptakan pemandangan yang indah serta sarat makna.

Tradisi ini rutin dilakukan masyarakat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus dalam rangka menyambut datangnya hari kemenangan, Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sejak sore hari, warga sudah mulai sibuk mempersiapkan pelita yang terbuat dari kaleng bekas, botol kaca, hingga buluh. Pelita tersebut diisi minyak tanah dan sumbu, kemudian dipasang di halaman rumah, pagar, hingga sepanjang jalan kampung.

Tak hanya itu, sebagian warga juga menghias lingkungan dengan berbagai ornamen sederhana yang semakin menambah semarak suasana desa.Saat malam tiba, cahaya pelita yang berjejer rapi menghadirkan nuansa hangat dan penuh kebersamaan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak berkumpul di depan rumah masing-masing, menikmati keindahan cahaya yang menyinari kampung mereka.

Bagi masyarakat setempat, tradisi menyalakan pelita pada malam ke-27 Ramadan bukan sekadar hiasan. Malam tersebut diyakini sebagai salah satu malam istimewa yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, warga menyambutnya dengan penuh kegembiraan sekaligus meningkatkan ibadah.

Usaha Ayam Potong di Talawi Diduga Cemari Lingkungan, Warga Keluhkan Bau Menyengat

Selain memiliki nilai religius, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Semangat gotong royong terlihat jelas saat masyarakat bersama-sama menyiapkan pelita dan menghias lingkungan desa. Kebersamaan ini menciptakan ikatan kekeluargaan yang kuat di tengah masyarakat.

Tokoh Pemuda Desa Tali Air Permai, Abdillah Azis Tarigan, menyampaikan bahwa tradisi pelita malam 27 telah dilakukan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya masyarakat pesisir di wilayah tersebut.

“Tradisi ini sudah ada sejak dulu dan terus kami lestarikan. Harapannya, generasi muda tetap mengenal dan menjaga nilai-nilai budaya warisan leluhur,” ujarnya.

Keindahan pelita yang menghiasi setiap sudut kampung juga menarik perhatian warga dari desa lain yang datang untuk menyaksikan suasana malam di Desa Tali Air Permai. Cahaya pelita yang berkelap-kelip membuat desa tersebut seolah berubah menjadi lautan cahaya yang menandakan kegembiraan masyarakat dalam menyambut Hari Raya.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa masyarakat di Kabupaten Batu Bara masih menjaga kearifan lokal dan semangat kebersamaan. Di tengah perkembangan zaman, budaya menyalakan pelita pada malam ke-27 Ramadan tetap hidup sebagai simbol persatuan dan kebahagiaan menjelang hari kemenangan.

Terkait SiLPA Batu Bara Tahun 2025, BKAD Batu Bara Beri Penjelasan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

blank
Welashari Terapi

Berita Populer


UTUH TAPI TIDAK CEMARA


SAWAHKU, HARAPANKU



Arsip

Iklan LPK Kojema
Iklan kominfo