Sumbar
Beranda | Ibu Hamil Ditandu 3 Km DiJorong Rura Patontang Warga Soroti Jalan Rusak &Korban Politik Domino

Ibu Hamil Ditandu 3 Km DiJorong Rura Patontang Warga Soroti Jalan Rusak &Korban Politik Domino

blank

DEKLARASI, Sumatera Barat, Pasaman Barat- Kecamatan Koto Balingka, Nagari Pematang Panjang, Jorong Rura Patontang Kamis 14 Mei 2026, Pukul 1,00 Wib ditandu masyarakat sesuai dengan perintah rujukan Bidan desa atau bidan jorong tidak mampu lagi mengatasinya supaya dibawa kerumah sakit terdekat & puskesmas parit dan segera dibawa ke Ambulance sekitar pukul 1.40 Wib Seorang ibu Irhamni -+ 38 Tahun hamil di daerah terpencil atau terisolir(Marginal) , sejauh kurang lebih 3 kilometer akibat akses jalan yang belum dapat dilalui kendaraan roda empat secara penuh.

“Peristiwa itu kembali menyoroti buruknya infrastruktur di wilayah pedalaman Pasaman Barat. Warga menyebut kondisi jalan berlumpur, sempit, dan rusak parah membuat mobil tidak bisa masuk ke pemukiman masyarakat, terutama saat musim hujan.

Bapak Saluddin membenarkan informasi kronologis kepada awak media tentang ibu Irhamni -+ 38 Tahun hamil tersebut hendak dibawa menuju fasilitas kesehatan terdekat. Namun karena akses jalan tidak memungkinkan dilalui kendaraan, warga secara gotong royong menggunakan tandu darurat dari bambu untuk mengevakuasi korban menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan dan sudah sediakan Ambulance

“Dalam perjalanan, kondisi medan yang berat memperlambat proses evakuasi.Wilayah Koto Balingka memang dikenal sebagai salah satu daerah dengan akses infrastruktur terbatas di Pasaman Barat.

PT.Gresindo Minang Plantation Kangkangi Warga Tanjung Pangkal & Pemda Pasbar

“Bahkan sejumlah laporan menyebut masyarakat yang sakit sering harus ditandu berjalan kaki menuju pusat layanan kesehatan karena kendaraan roda empat belum dapat masuk secara normal ke kawasan tersebut.Kondisi ini memicu kritik masyarakat terhadap pemerintah daerah.

“M.Hidayat Aktivis Sumbar menilai persoalan jalan di Jorong Rura Patontang telah berlangsung bertahun-tahun namun belum terselesaikan secara maksimal. Sebagian masyarakat bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai “korban politik” karena janji pembangunan jalan dinilai belum sepenuhnya terealisasi.

“Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sebelumnya menyatakan telah menganggarkan pembangunan jalan menuju Rura Patontang sekitar Rp800 juta pada tahun 2024 guna pengerasan dan pelebaran jalan agar dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Namun hingga kini, warga mengatakan akses utama masih sulit dilalui dan belum sepenuhnya memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, anak-anak, dan warga sakit yang membutuhkan layanan darurat.

“Kondisi ini memicu kritik masyarakat terhadap pemerintah daerah. Sejumlah warga menilai persoalan jalan di Rura Patontang telah berlangsung bertahun-tahun namun belum terselesaikan secara maksimal.

Cipayung Kota Padang,RAMS, KSPSI Sumbar Aksi Damai Menuntut Keadilan Gaji Buruh yang Tidak Sehat Sumbar

“Sebagian masyarakat bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai “korban politik” karena janji pembangunan jalan dinilai belum sepenuhnya terealisasi.

“Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sebelumnya menyatakan telah menganggarkan pembangunan jalan menuju Rura Patontang sekitar Rp800 juta pada tahun 2024 guna pengerasan dan pelebaran jalan agar dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Namun hingga kini, warga mengatakan akses utama masih sulit dilalui dan belum sepenuhnya memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, anak-anak, dan warga sakit yang membutuhkan layanan darurat.

(Mr Nst)

Aksi Damai Cipayung Kota Padang, Rams& KSPSI Sumbar,Tuntut Keadilan Gaji Buruh Yang Tidak Sehat Disumbar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INALUM
Iklan kusen fakhri
Welashari Terapi

Berita Populer





Arsip

Iklan LPK Kojema