Batu Bara
Beranda | INALUM Dorong Inovasi Sosial “Hikayat Si Kuta”, Integrasikan Lingkungan dan Pemberdayaan

INALUM Dorong Inovasi Sosial “Hikayat Si Kuta”, Integrasikan Lingkungan dan Pemberdayaan

INALUM Dorong Inovasi Sosial “Hikayat Si Kuta”, Integrasikan Lingkungan dan Pemberdayaan
Foto: INALUM Dorong Inovasi Sosial “Hikayat Si Kuta”, Integrasikan Lingkungan dan Pemberdayaan

PT Indonesia Asahan Aluminium mengembangkan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Hikayat Si Kuta” di kawasan Danau Toba sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam mengatasi persoalan lingkungan dan sosial secara terintegrasi.

Program yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir ini menyasar berbagai tantangan di masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hingga isu kemiskinan dan kualitas pendidikan.

“Hikayat Si Kuta” merupakan bagian dari program PROPER Emas yang mengedepankan pendekatan berbasis komunitas dan kemandirian ekonomi lokal. Implementasinya dilakukan melalui sejumlah inisiatif, antara lain Sari Larva Berdaya yang mendorong budidaya maggot sebagai solusi pengolahan limbah organik bernilai ekonomi, serta Bank Sampah Berseri yang mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Selain itu, program Kuta View difokuskan pada pengembangan potensi kawasan, sementara Gubuk Jamur Dani menjadi sarana pemberdayaan ekonomi melalui budidaya jamur. INALUM juga memperkuat kapasitas generasi muda melalui pelatihan keterampilan dalam program peningkatan kapasitas pemuda.

Perusahaan menilai pendekatan terintegrasi tersebut tidak hanya berdampak pada perbaikan kualitas lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

LKBH FH UNA Batu Bara Audiensi dengan PT INALUM, Bahas Program Penyuluhan dan Pendampingan Hukum

Dalam pengembangan program keberlanjutan, INALUM turut mengadopsi kearifan lokal melalui filosofi Dalihan Na Tolu yang menekankan keseimbangan antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.

Berbagai inisiatif lain juga dijalankan, di antaranya pengembangan ekowisata Air Terjun Ponot, program Zero Waste to School, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Ponot Store dan Kreasi Bunda Ponot. Upaya pelestarian budaya juga dilakukan melalui pembinaan Sanggar Tari di Desa Tangga.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, mengatakan bahwa inovasi sosial menjadi bagian penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan.

“Program ini dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

INALUM menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari capaian lingkungan, tetapi juga dari dampak sosial yang dihasilkan secara berkelanjutan.

Air PAM Tak Mengalir Sejak 25 April, Warga Talawi dan Tanjung Tiram Keluhkan Aktivitas Terganggu

Melalui inovasi sosial ini, INALUM menegaskan perannya tidak hanya sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai katalis perubahan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. (Roy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INALUM
Welashari Terapi

Berita Populer





Arsip

Iklan LPK Kojema
Iklan kominfo