BATU BARA – Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Batu Bara menyatakan dukungan terhadap instruksi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang memerintahkan jajaran kepolisian untuk memetakan wilayah rawan peredaran narkoba di berbagai daerah di Indonesia.
Ketua PC ISNU Kabupaten Batu Bara, Jasmi Assayuti, S.H., M.H., menilai pemetaan wilayah rawan narkoba merupakan langkah strategis untuk memperkuat upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika. Menurutnya, langkah tersebut harus menjadi dasar bagi kepolisian untuk mengidentifikasi jaringan bandar, menelusuri jalur distribusi, serta melakukan penindakan hukum secara profesional, terukur, dan berkelanjutan.
“PC ISNU Kabupaten Batu Bara mendukung upaya kepolisian dalam memetakan wilayah rawan narkoba dan menindak jaringan peredarannya. Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara serius, terukur, dan berkesinambungan agar masyarakat, terutama generasi muda, terlindungi dari bahaya narkotika,” tegas Jasmi.
Ia menambahkan, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian PC ISNU Batu Bara terhadap masa depan generasi muda yang semakin membutuhkan perlindungan dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Menurutnya, persoalan narkoba tidak semata-mata berkaitan dengan tindak kriminal, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi ketahanan keluarga, kualitas sumber daya manusia, serta stabilitas kehidupan sosial masyarakat.
Sebagaimana diberitakan sejumlah media, Kapolri menyampaikan instruksi pemetaan wilayah rawan narkoba tersebut di Jakarta Selatan pada Kamis (15/10/2026). Selain melakukan pemetaan, jajaran kepolisian juga diminta mengidentifikasi pergerakan dan jaringan bandar narkoba guna meningkatkan efektivitas penindakan di lapangan.
PC ISNU Batu Bara berpandangan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga keluarga.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif, memperkuat edukasi tentang bahaya narkotika, serta mendorong pencegahan sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda.
Sebagai organisasi yang menghimpun kalangan sarjana Nahdlatul Ulama, PC ISNU Batu Bara juga diharapkan dapat mengambil peran nyata melalui edukasi publik, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta ajakan kepada masyarakat agar berani melaporkan dugaan peredaran narkoba melalui saluran resmi yang berwenang.
Jasmi berharap instruksi Kapolri tersebut tidak berhenti pada tahap pemetaan wilayah semata, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah konkret, evaluasi berkala, serta penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu.
“Pemberantasan narkoba membutuhkan komitmen bersama dan konsistensi dalam pelaksanaannya. Karena itu, kami berharap upaya ini benar-benar menyentuh akar persoalan, termasuk jaringan pemasok dan bandar, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Dengan langkah yang terarah dan kerja sama yang berkelanjutan, PC ISNU Kabupaten Batu Bara berharap upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman narkotika.

Komentar