Sumbar
Beranda | BEM ITS Khatulistiwa Soroti Infrastruktur Rurapatontang Tantang Pemkab Pasaman Barat Dialog Terbuka

BEM ITS Khatulistiwa Soroti Infrastruktur Rurapatontang Tantang Pemkab Pasaman Barat Dialog Terbuka

blank


DEKLARASI ] Sumatera Barat Selasa 19 Mei 2026- Pasaman Barat, BEM ITS Khatulistiwa menyoroti kondisi infrastruktur di wilayah Rurapatontang, Kabupaten Pasaman Barat, setelah beredarnya video yang memperlihatkan seorang ibu hamil harus ditandu warga akibat akses jalan rusak dan sulit dilalui kendaraan.

“Presiden Mahasiswa BEM ITS Khatulistiwa menilai peristiwa tersebut bukan sekadar persoalan jalan rusak, melainkan menyangkut keselamatan masyarakat dan hak dasar warga untuk memperoleh akses kesehatan yang layak.

“Kami menilai kejadian ini bukan sekadar persoalan jalan rusak. Ini menyangkut keselamatan masyarakat dan hak dasar rakyat untuk mendapatkan akses kesehatan yang layak. Sangat ironis ketika program ambulans untuk daerah terpencil digaungkan, namun di lapangan masyarakat masih harus menandu ibu hamil demi mendapatkan pertolongan medis,” ujarnya dalam keterangan yang diterima media.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ironi di tengah berbagai narasi pembangunan dan program unggulan pemerintah daerah yang terus dipromosikan kepada publik. Ia meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penyampaian program, tetapi juga memastikan implementasi dan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat di wilayah terpencil.

“Selain menyampaikan kritik, BEM ITS Khatulistiwa juga mengundang sekaligus menantang Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk hadir dalam dialog atau debat terbuka bersama masyarakat guna membahas persoalan infrastruktur, pelayanan kesehatan, serta realisasi visi dan program unggulan pemerintah daerah.

Ketua PK PMII IAI Yaptip Negara Tidak Adil terhadap Jorong Rura Patontang

“Kritik ini bukan untuk mencari panggung politik. Kami hanya ingin pemerintah hadir melihat realita yang dialami masyarakat. Jika pembangunan benar-benar berjalan, maka tidak ada alasan untuk takut berdialog secara terbuka di hadapan publik,” lanjutnya.

“BEM ITS Khatulistiwa berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret terhadap persoalan akses jalan di wilayah-wilayah yang masih terisolir agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik dan ajakan dialog terbuka yang disampaikan BEM ITS Khatulistiwa. Namun, masyarakat berharap adanya percepatan perbaikan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju fasilitas kesehatan, demi menjamin keselamatan warga di daerah terpencil.

( Mr Nst)

Ketua PK PMII IAI Yaptip Chadijah Ismail Ujung GadingJalan Rusak di Rura Patontang Adalah Wajah Ketidakadilan Negara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INALUM
Iklan kusen fakhri
Welashari Terapi

Berita Populer





Arsip

Iklan LPK Kojema