DEKLARASI | Pasaman Barat, Minggu 24 Mei 2026 Pasaman Barat — Ketua PK PMII IAI Yaptip Chadijah Ismail Ujung Gading kembali melontarkan kritik keras terhadap buruknya infrastruktur jalan di Rura Patontang, Kabupaten Pasaman Barat. Dalam nada lantang dan penuh keberpihakan kepada rakyat kecil, aktivis perempuan itu menegaskan bahwa persoalan jalan rusak bukan lagi sekadar masalah pembangunan, melainkan bentuk nyata pengabaian negara terhadap hak-hak masyarakat.
Menurutnya, selama bertahun-tahun warga Rura Patontang dipaksa hidup dalam keterbatasan akibat akses jalan yang rusak parah dan tak kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun DPRD Pasaman Barat.
“Jalan yang hancur bukan hanya soal tanah berlubang dan kendaraan yang sulit melintas. Ini adalah simbol matinya keadilan sosial. Negara seakan membiarkan rakyat kecil berjuang sendiri di tengah penderitaan,”.
“Ketua PK PMII Rena Ul Azizah, menyebut kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Distribusi hasil pertanian terhambat, akses pendidikan terganggu, hingga pelayanan kesehatan sering terlambat akibat sulitnya medan yang harus dilalui warga.
“Sebagai aktivis perempuan, Chadijah menilai penderitaan masyarakat di Rura Patontang sudah berada pada titik yang memprihatinkan. Ia bahkan menyinggung tragedi seorang ibu hamil yang terlambat mendapatkan penanganan medis karena buruknya akses jalan hingga bayi yang dikandung tidak berhasil diselamatkan.
“Ini bukan sekadar kelalaian pembangunan. Ini soal nyawa rakyat. Ketika seorang ibu harus mempertaruhkan keselamatan karena jalan rusak, maka pemerintah wajib bertanggung jawab secara moral dan politik,” katanya dengan nada tegas.
Ia juga menyindir para wakil rakyat, khususnya anggota DPRD dari Dapil IV Pasaman Barat, yang dinilai gagal memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat.
“Rakyat tidak butuh janji politik yang terus diulang setiap musim pemilu. Mereka butuh keberanian dan keberpihakan nyata. Jabatan itu amanah perjuangan, bukan panggung kehormatan pribadi,” ujarnya.
“Rena Ul Azizah Aktivis Perempuan dan mempertaruhkan dan berjuang demi rakyat dan perempuan berjuang melahirkan anak untuk Bangsa dan neraka malah negara membunuhnya dan pemerintah daerah, Melawan dan mendesak agar dana pokok pikiran (Pokir) DPRD diarahkan secara serius untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Kalau seluruh wakil rakyat benar-benar berpihak kepada masyarakat, jalan di Rura Patontang tidak mungkin dibiarkan rusak bertahun-tahun tanpa kepastian,” tambahnya.
“Di akhir pernyataannya, aktivis perempuan PMII itu meminta pemerintah daerah segera turun langsung menemui masyarakat dan menjadikan pembangunan jalan sebagai prioritas utama demi keselamatan serta kesejahteraan warga.
“Kami tidak meminta belas kasihan. Kami menuntut hak rakyat yang selama ini diabaikan. Jalan yang layak adalah bukti hadirnya negara untuk masyarakat kecil,” tutupnya.
Wallahu muwaffiq ila aqwamit thariq.
(Mr Nst)

Komentar