BATU BARA – Kemeriahan Karisma Event Nusantara (KEN) Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII 2026 tak hanya menghadirkan hiburan dan perlombaan bernuansa budaya Melayu. Festival yang memasuki hari ketiga pada Senin (12/10/2026) di halaman Istana Niat Lima Laras, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, ini juga membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ramainya pengunjung yang datang untuk menikmati berbagai rangkaian acara menjadi peluang bagi pedagang lokal untuk meraup keuntungan. Beragam produk, mulai dari makanan dan minuman hingga permainan anak-anak, turut mewarnai suasana festival.
Para pelaku UMKM pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah menghadirkan kegiatan tersebut sekaligus menghidupkan kembali kawasan bersejarah Istana Niat Lima Laras sebagai ruang aktivitas masyarakat.
Mereka mengaku senang karena kegiatan ini memberikan kesempatan bagi pedagang kecil untuk berjualan, menjangkau lebih banyak pembeli, dan meningkatkan pendapatan selama festival berlangsung.
Salah seorang pelaku UMKM yang menjual tengkulok, Datuk Nurdin, menilai Gebyar Batu Bara Bertanjak memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Menurutnya, festival ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk melestarikan budaya dan tradisi Melayu yang dikemas secara menarik sehingga mampu mengundang wisatawan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang terus mempertahankan budaya dan tradisi, kemudian mengemasnya menjadi sebuah event atau festival yang menarik bagi wisatawan. Dengan begitu, ekonomi kerakyatan juga ikut bangkit,” ujarnya.
Datuk Nurdin juga menjelaskan bahwa dirinya merupakan salah satu dari delapan orang penggagas awal Batu Bara Bertanjak yang pertama kali diselenggarakan pada 2020.
Baginya, keberlanjutan festival ini menjadi hal yang penting, bukan hanya untuk menjaga tradisi Melayu, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya.
Aneka Jajanan dan Minuman Laris Diburu Pengunjung
Berkah festival juga dirasakan Nanda, pelaku UMKM yang menawarkan beragam minuman kepada para pengunjung. Berbagai pilihan tersedia, mulai dari kopi sanger panas dan dingin, Long Black, espresso, hingga aneka minuman berbahan susu dan nonkopi.
Menu lainnya yang ditawarkan antara lain Longan, V160, Te Fishy, Lazalnat, caramel, serta teh manis. Beragam pilihan tersebut memberikan alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati minuman sambil menyaksikan kemeriahan acara.
Tak hanya pedagang makanan dan minuman, penjual permainan anak-anak juga merasakan dampak positif dari ramainya pengunjung. Meningkatnya aktivitas di sekitar lokasi festival membuka peluang bagi mereka untuk memperoleh pendapatan lebih besar dibandingkan hari-hari biasa.
Bagi para pedagang, Gebyar Batu Bara Bertanjak bukan sekadar tempat untuk berjualan, melainkan juga kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah.
“Ini bukan hanya Gebyar Batu Bara Bertanjak, tetapi juga ruang hidup bagi kami para pedagang kecil,” demikian semangat yang disampaikan para pelaku UMKM yang turut meramaikan festival.
Panitia Apresiasi Antusiasme Pelaku UMKM
Sementara itu, panitia penyelenggara menyampaikan rasa syukur atas antusiasme para pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII 2026.
Menurut panitia, keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dari penyelenggaraan festival. Selain memperkenalkan kekayaan budaya Melayu, kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha dan memperluas pasar bagi produk lokal.
“Semangat para pelaku usaha dan dukungan masyarakat sungguh menginspirasi. Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII ini bukan sekadar aktivitas jual beli, melainkan juga jembatan yang menghubungkan produk lokal dengan pasar yang lebih luas,” ujar perwakilan panitia.
Panitia juga menegaskan bahwa pengembangan UMKM merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah. Ketika usaha kecil berkembang, peluang kerja semakin terbuka, pendapatan keluarga meningkat, dan perekonomian masyarakat menjadi lebih kuat.
Melalui Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII 2026, diharapkan pelestarian budaya Melayu dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, kemeriahan festival tidak hanya meninggalkan kesan bagi pengunjung, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di Kabupaten Batu Bara. (Red)

Komentar